Posts

Showing posts from April, 2015

Toko Buku Licht

Ada sebuah toko buku. Buka sampai malam. Sepi pengunjung. Letaknya pun sangat tidak strategis. Tak ada lalu lalang orang. Di kota namun berada di ujung. Parahnya lagi berdekatan dengan tempat pelacuran. Dilihat sekilas lebih mirip toko bir. Sesuai dengan lingkungannya yang penuh dengan wanita penjaja tubuh. Temboknya kayu dan berkaca besar. Tua dan klasik. Tepat di atas pintu tertulis toko buku “licht”. Berasa bangunan peninggalan Belanda. Dengan penjaga tua gemuk. Bermata sayu. Duduk seperti orang mabuk. Sepi pengunjung. Dan si penjaga memiliki kucing yang sama malasnya. Satu-satunya yang terlihat cekatan hanya seorang anak usia belasan berkulit hitam. Pekerjaannya tiap pagi menyapu dan membersihkan buku-buku. Mengelap kaca. Juga membikinkan kopi si penjaga. Suatu siang datanglah seorang pria. Sebut saja namanya Misbah. Berbaju belel. Berwajah sayu seperti belum mandi. Masuklah ia ke dalam. Aroma buku-buku lawas begitu menyengat. Bercampur kayu yang lembab. Seperti mengucap...

Malam Maryam

Puja dewa-dewi keheningan nestapa Arjuna luluh dipelukan nafsu angkara Apa malam pula yang membuatnya? Oh, oh, yang ada hanya gelap Mengusir bising menghadirkan dengung Selamat malam, Maryam Zaman ini begitu ganas Banyak yang seperti kau tapi bukan kau Laki-laki membudak pada nafsu Malam Maryam Barangkali memang kau Banyak pula keindahan dalam gelap Kalau saja mereka menyadari Duh, selamat malam, Maryam Tak sampai aku merangkai kata Keelokanmu hadir di zaman ini Berwarna-warni meluluhkan Barang siapa tak kuat iman Lahirlah anak setan Ya, Malam Maryam Malam ini bagian darimu membikin aku tak bisa tidur Merangkak menarik ulur hati Merangsang diri untuk tunduk Waduh! Sekutumu tak putus-putus Dulu kau mengoda Tuhan Kali ini aku tergoda Indah sekali Tak kurang lah Cukup Sesuai Pas Malam Maryam Cantik hati, cantik pikiran, cantik ucapan, cantik rupa Uh, aku meleleh