Toko Buku Licht
Ada sebuah toko buku. Buka sampai malam. Sepi pengunjung. Letaknya pun sangat tidak strategis. Tak ada lalu lalang orang. Di kota namun berada di ujung. Parahnya lagi berdekatan dengan tempat pelacuran. Dilihat sekilas lebih mirip toko bir. Sesuai dengan lingkungannya yang penuh dengan wanita penjaja tubuh. Temboknya kayu dan berkaca besar. Tua dan klasik. Tepat di atas pintu tertulis toko buku “licht”. Berasa bangunan peninggalan Belanda. Dengan penjaga tua gemuk. Bermata sayu. Duduk seperti orang mabuk. Sepi pengunjung. Dan si penjaga memiliki kucing yang sama malasnya. Satu-satunya yang terlihat cekatan hanya seorang anak usia belasan berkulit hitam. Pekerjaannya tiap pagi menyapu dan membersihkan buku-buku. Mengelap kaca. Juga membikinkan kopi si penjaga. Suatu siang datanglah seorang pria. Sebut saja namanya Misbah. Berbaju belel. Berwajah sayu seperti belum mandi. Masuklah ia ke dalam. Aroma buku-buku lawas begitu menyengat. Bercampur kayu yang lembab. Seperti mengucap...