Posts

Showing posts from 2015

Kompilasi Puisi Wong Selo

Pesta Jalan Lama Karya: Arif Wahyu Nugroho Teh hangat menjadi teman Mie goreng menjadi sahabat Jalan lama menjadi kekasih Inikah bulan yang ingin bersinar Apakah aku bisa meraih bintang Jika diriku masih mengais tangga Pesta jalan lama Aku hanya duduk ditemani coklat Apakah itu coklat? Bukan, itu hanya secangkir teh Bukan secangkir keindahan cinta Cinta? Apa itu sejenis teh? Bukan, itu hanya penganggu hati Seperti rumput yang tumbuh di tengah sawah Lalu dima pesta jalan itu? Kau bertanya padaku? Akan aku jawab jika aku ... Bisa berjalan denganmu Seperti Solo Karya: Nurmansyah Triagus Maulana Satu atau dua tahun serasa tanda silang mencoret kalender Aura ini telah meresap ke dalam sumsum tulangku Sepanjang jalan Selamet   Riyadi yang menjadi saksi Tapak kakiku. Hiruk. Pikuk. Semangat pagi wong Solo begitu berseri dengan alunan suara campursari dan gending jawa pagi hari Ratusan monumen yang mungkin dapat menggeta...

Cinta Bisa Diidealiskan

A man as he thinks, you can change it. Kutemukan sebaris kalimat itu entah dimana aku lupa. Kalau tidak di sebuah buku, tentu lah dari film. Keduanya media biasa aku belajar. Kau tak tahu itu. Bukan itu juga, kau belum juga tahu siapa aku. Sebelum kita bertemu dengan tidak sengaja di perpustakaan kampus. Sejak pertama kali itu, kau menyetujuinya. Berkata kalau manusia memang terlahir untuk berpikir dan memilih. Terlepas ia harus rela menerima takdirnya. Aku. Untuk mengimbangimu, kukatakan saja sebuah contoh: sekeras apapun seorang dilarang untuk melakukan keinginannya. Selagi keinginan itu masih menjadi pikirannya, entah kapan, dia akan tetap melakukannya. Karena dari pikiranlah seorang akan meninterprestasikan kedalam sebuah pilihan-pilihan. Kau mengangguk, tersenyum penuh arti. Oh iya, aku tidak akan menceritakan bagaimana kita dapat bertemu dan mengobrol seperti itu. Kau tentu enggan mendengar cerita picisan seperti itu. Aku mengertimu sejauh kau mengerti dirimu s...

Gadis Penjual Coklat Hangat

Andre sudah putus asa hanya bisa menunggu dan mengamati saja. Minggu pagi ini ia enggan untuk beranjak dari tempat tidur. Kebiasaannya naik sepeda ke car free day sirna sudah. Bagaimana tidak, sudah hampir tiga bulan kalau minggu ini ia berangkat. Tapi ia mengurungkan niat itu. Ia sadar setelah kemarin melihat dia, gadis penjual coklat hangat dibonceng seorang pria. Mimpinya menusuk dirinya sendiri. Andre pernah bermimpi suatu kali ia sedang naik sepeda di car free day. Dengan cara apa dan bagaimana tiba-tiba saja, sepedanya berubah menjadi sepeda yang ada boncengannya di belakang. Dan ia memboncengkan gadis itu. Ia dipelukan dari belakang. Kuat sekali. Sampai ketika ia bangun masih dirasakannya bekas pelukan si gadis di perutnya. Seketika ia langsung mengebut menuju car free day. Tak digubrisnya handphone yang biasanya selalu dilihat dulu. Ia juga lupa minum air putih. Kayuhan sepedanya lebih mirip seorang atlet. Kencang tak putus-putus. Bahkan sampai-sampai seorang ditik...