Kematian yang Tiba-tiba
Pagi-pagi benar Bari sudah mengantar koran ke rumah-rumah pelanggan. Tidak seperti biasanya. Ditambah ini hari minggu. Tak sewajarnya koran justru diantarkan lebih pagi ketika hari libur. Tentu saja banyak tanggapan yang bermacam-macam dari pelanggan. “Nah, kalau bisa tiap hari seperti ini.” Ujar Pak Anto yang bekerja di kelurahan. Lain lagi dengan Pak Lukman. Ia agak marah-marah. Baginya itu hal aneh, tidak konsisten. Cerminan kalau pekerjanya seenaknya saja. Tapi komentar pedas Pak Lukman tidak menjadi pikiran Bari. Ia langsung meninggalkan suara Pak Lukman yang semakin jauh semakin sayup-sayup. Bari nampak sangat terburu-buru. Entah apa yang sedang menganggu pikirannya. Dia tak mengubris tiap ocehan para pelanggannya. Gerak dari rumah satu ke rumah yang lain pun sangat cepat untuk ukuran loper koran. Ia lebih mirip seperti sedang mengikuti lomba siapa cepat antar koran. Ketika semua koran telah selesai diantarnya. Basah kuyuplah ia oleh keringat. Segera mandi dan p...