Karena Satu
Genderang ini sudah bergemuruh
Siap lawan segala peperangan
Tapi ia kalah hanya dengan satu:
Senyummu, sayangku
Tangan itu telah bergetar
Menuliskan apa saja yang terlintas
Tapi ia mati karena satu:
Wajahmu, sayangku
Sepeda ini telah siap kukayuh
Melintasi padat merayap jalan ibukota
Tapi ia berhenti karena satu:
Hadirmu, sayangku
Lupakan, lupakan, lupakan saja!
Sajak cinta ini sampah
Tapi satu yang membuatnya indah:
Cintamu
Comments
Post a Comment